NcsTaxi.com | Pakaian Adat Khas Suku Dayak Salako Kalimantan Barat


Pakaian dan Pernak - pernik Adat Khas Suku Dayak Salako di Kota Singkawang
Jaminan Hukum Resmi Dari Kepolisian di Ncs Taxi
Mayoritas pekerjaan dari masyarakat suku dayak salako yaitu : bertani, berkebun, berburu, dan juga Menyadap karet. Hidup di kehidupan Taksi Bandara Sambas yang sederhana dan tidak menunjukan jati diri yang mencolok Sama seperti suku dayak pesisir. Masyarakat dari suku dayak salako sangat mematuhi hukum adat Istiadat, suku dayak selako selalu menjadi pendamai di antara suku yang sedang berseteru. Kewajiban Dan tanggung jawab dari hukum adat suku dayak untuk membuat jera, dan penengah keduanya yang Sedang berseteru. Terletak di desa Bagak Sahwa, Kota Singkawang banyak mempunyai beragam
Tepat Di Kota Singkawang Kantor Ncs Taxi Kami
Koleksi kebudayaan dari suku dayak salako yaitu. Pakaian adat suku dayak salako hasil karya dari Ketua suku dayak, lalu perlengkapan adat dari suku dayak salako lainnya yaitu. Biusuk adalah gelang Tangan dan juga gelang kaki, Taksi Pontianak Bandara lalu kapuak adalah penutup alat vital pria suku dayak salako dan juga Pakaian wanita suku salako, selain itu ada ikat kepala dan ikat pinggang yang berwarna merah, Digunakan para pria bersama dengan kedung merahnya, untuk para wanita menggunakan sebuah topi Ada paruh burung enggang salah satu khas dari suku dayak salako. Pakaian suku dayak salako di 

Karyakan begitu khas, guna memperkuat kebudayaan dari suku dayak salako yang dipakai di semua Acara adat dan ritual. Taksi Bandara Pemangkat Semua perlengkapan seperti, biusuk, kapuak, ikat pinggang, rompi pria dan Rompi wanita, ikat kepala, dan juga topi yang ditambah menggunakan bulu ekor burung ruai menjadi Khas tersendiri dari suku dayak salako. Dan diberi tambahan buah pohon ipuh dan dibuat satu - satu Menjadi sebuah hiasan pada semua pakaian adat suku dayak salako. Serat kayu masih tersisa dipakai Membuat hiasan pada masing - masing benda. Cara pembuatan simbol atau pernak - pernik lainnya
Berada Di Jalan Jenderal Sudirman Kantor Ncs Taxi
Yang menggunakan serat kayu, menggunakan kulit kayu yang masih basah dan dipukul - pukul Sampai mudah untuk dinentuk, lalu dijemur, pada benangnya menggunakan pohon nanas dan macam Macam akar yang berada di hutan. Tempat sumpit terbuat dari batang kayu tembesi lalu diberi Ukiran yang indah, Lalu anak sumpit dibuat untuk perlombaan juga terbuat dari kulit kayu juga. Dahulu kala Para leluhur dayak salako sudah mengenakan pakaian yang berasal dari kulit kayu juga, ini salah satu Cara melestarikan warisan dan kebudayaan para leluhur yang pernah ada dan berjaya pada masa itu. 

Pada zaman penjajahan jepang dahulu, pakaian adat dari suku dayak salako masih ada di negara Belanda, dan sebuah dokumen peninggalan yang memberi tahu para leluhur suku dayak salako dalam Sebuah foto. Masyarakat suku dayak salako mempunyai ritual adat kebesaran seperti, ritual Samsam Semacam ritual nyepi, ritual baketo, satu ritual pengambilan kayu yang berada di hutan agar Dijauhkan dari mara bahaya dengan meminta doa dan izin kepada penjaga hutan. Kemudian ritual Nyang padi, sebuah ritual pada saat mau mengambil semacam tanaman, lalu ritual nanam pabanihan, 

Sebuah ritual menyebar benih pada lahan kosong, yang dilanjutkan ritual tahun baru padi, sebuah Ritual pengambilan padi baru. Upacara adat suku dayak salako ini rutin dan reratur pada setiap Tahunnya. Kehidupan dari suku dayak salako dahulu hanya berada di lingkungan Kabupaten Sambas Saja, setelah dilakukan pengembangan dan peluasan suku dayak salako dibagi menjadi 3 bagian yaitu Di Sambas, di Bengkayang, dan di Kota Singkawang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NcsTaxi.com | Liburan Aman Dan Nyaman

NcsTaxi.com | Jalan-jalan Pintar Di Kalimantan Barat

NcsTaxi.com | Traveling Bareng Yuk