NcsTaxi.com | Batu Yang Menangis

Batu Pun Menangis
Layanan 24 Jam Hanya Ada Di Ncs Taxi
Zama dahulu kala di desa terpencil hiduplah janda tua dan putrinya yang cantik yang diberi nama Dewi Kusuma. Tinggal disebuah gubuk yang Taxi SungaiPinyuh ada diujung desa. Sejak ayah Dewi meninggal dunia ayahnya yang tidak mewariskan harta sedikit pun. Untuk memenuhi semua kebutuhan mereka berdua ibu Dewi bekerja diladang atau di sawah sebagai buru harian lepas, Sedangkan Dewi Kusuma cuma 

Gadis manja dan pemalas, kerjaannya hanya bersantai dan memandangin kecantikannya saja, sekali pun ia tidak pernah mau membantu ibunya bekerja mencari uang. wi, ayo bantu ibu disawah, tidak mau bu nanti aku kotor terkena lumpur, kamu tidak kasihan melihat ibu, tidak mau bu... Mendengar perkataan anaknya hanya terdiam dengan perasaan sedih, ibu dewi kusuma pun berangkat kesawah sedangkan dewi hanya bersantai-santai di gubuk dan mempercantik dirinya saja. Sesudah ibu dewi 
Taxi Pontianak Sinkawang Ncs Taxi
kusuma pulang dari sawah, dewi kusuma kerjaan nya hanya meminta uang hasil ibunya bekerja seharian di sawah, untuk membeli alat-alat kecantikan. Walaupun marah ibu dewi tetap memberikan uang hasil bekerjanya kepada Dewi Kusuma, setiap hari Dewi Kusuma hanya meminta uang hasil dari ibunya bekerja sehari-hari tanpa mau bekerja. Pada suatu hari saat ibu dewi kusuma mau pergi pasar, Dewi kusuma minta dibelikan alat kecantikan ibu tidak tahu alat kecantikan yang kamu 
Aman Itu Cuma NcsTaxi Yang Punya
maksud. Lalu ibunya pun mengajak Dewi Kusuma untuk ikut ke pasar dengan nya, ayo dewe temani ibu kepasar ucap ibu dewi, aku tidak mau pergi kepasar dengan ibu ucap Dewi Kusuma, Ibu kan tidak tahu alat kecantikan yang kamu mau itu wi, baiklah aku mau ikut tapi aku punya satu persyaratan ibu harus berjalan dibelakangku ucap Dewi Kusuma, memang ada dewi ucap sang ibu? Apa ibu tidak berkaca? lihat lah wajah ibu yang sudah keriput dan pakaian ibu kotor dan compang camping. Aku 

malu mempunyai ibu seperti ini, sedih mendengarkan ucapan anaknya! ibu nya pun mengikuti permintaan anaknya. Lalu berangkat lah mereka berdua kepasar Dewi Kusuma berjalan di depan dan ibunya di belakang dewi. Di pertengahan jalan Dewi Kusuma bertemu dengan temannya yang berasal dari kampung lain. hay dewi mau kemana kamu tanya teman nya tersebut, mau kepasar ucap Dewi Kusuma, Siapa orang dibelakangmu itu dewi apa dia ibumu? temannya bertanya sambil menunjuk ke 
arah orang yang berada di belakang Dewi Kusuma. Bukan dia bukan ibuku dia hanya pembantuku, Ucap Dewi Kusuma dengan nasa sinis, mendengarkan ucapan anaknya hanya bisa diam sambil Menahan rasa sedih di dalam hati, lalu kedua pun tetap melanjutkan perjalanan menuju kepasar. selang beberapa lama diperjalan mereka bertemu dengan orang yang lalu menyapa Dewi Kusuma. Hay Dewi mau kemana kah kamu? mau kepasar jawab Dewi dengan singkat, siapakah yang 
dibelakangmu itu? itu pembantuku, ucap Dewi Kusuma yang mulai kesal. Perkataan yang diucapkan semakin membuat hati ibu nya sedih, karna tak tahan lagi ibunya pun berhenti berjalan dan duduk di pinggir jalan. kenapa berhenti ucap tanya Dewi Kusuma kepada ibunya? ibunya pun tidak mau menjawab pertanyaan Dewi Kusuma tersebut. ibunya hanya bisa berdoa kepada tuhan karna tak tahan atas sikap Dewi Kusuma, Ya Tuhan ampuni lah hamba yang lemah dan tak berdaya ini, aku sudah 

tidak kuat menahan prilaku anaku terhadapku, berikan hukuman setimpal kepada putriku. Tidak lama pun langit berubah menjadi mendung petir menyambar disertai suara guntur bergemuruh dan hujan yang sangat deras. perlahan-lahan kaki Dewi Kusuma berubah menjadi batu, ia pun mulai menangis 

dan ketakutan. Dewi Kusuma berteriak ketakutan ibu-ibu tolong apa yang terjadi pada kaki ku. Dewi Kusuma hanya bisa menangis meminta maaf kepada ibunya dan menyesali perbuatannya. Tapi semua sudah terlambat pelan-pelan seluruh tubuhnya berubah menjadi batu sebelum kepalanya berubah menjadi batu, ibu nya masih sempat meliah air mata yang jatuh dari dua bola mata anaknya. Semua orang yang lewat melihat dan menyaksikan, setelah itu langit pun kembali cerah. Dewi Kusuma pun sudah berubah menjadi batu. Dan batu itu pun diletakan bersandar di pinggir tebing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NcsTaxi.com | Liburan Aman Dan Nyaman

NcsTaxi.com | Traveling Bareng Yuk

NcsTaxi.com | Jalan-jalan Pintar Di Kalimantan Barat